7| Bisu Dalam Keramaian
Duhai Tuhan, sungguh Engkau telah menciptakan keindahan pada semesta
untuk dilihat penduduk bumi. Barangkali menghibur hati yang lara. Oleh banyak
hal, mungkin ada yang belum sempat makan sesuap nasi pun saat berbuka tadi? Bukankah
tidak adil jika langit yang indah itu hanya dinikmati bagi mereka yang sangat
berkecukupan?
Aku melihat wajah lelah dan getir mereka, duduk dipinggir trotoar sambil memandang orang-orang berlalu lalang menghidangkan makanan bagi si pemesan. Saat azan berkumandang dan hari semakin gelap. Hanya ada sebotol air sebagai penghilang dahaga. Apakah puasa antara kaum borjuis dengan kaum proletar berbeda meski mereka sama terlahir Islam? Bukankah Islam adalah agama yang ‘selamat‘?
Ada dua pasang mata bundar, Tuhan. Menyorot penuh arti dan ingin. Tatapan
itu suci. Tidak ‘kah berdosa hamba-Mu membiarkannya menahan selera? Dia juga
berpuasa, Tuhan. Ibunya yang mengajarkannya. Apa jadinya jika ia melakukan
segala cara untuk mendapatkan sesuap nasi? Bolehkah ia mencuri? Karena hamba
yakin jika ia meminta dengan cara baik-baik, tidak akan ada yang memberinya
secara cuma-cuma. Hanya satu kali ini saja, Tuhan. izinkan ia mencuri demi
mendapat sesuap nasi. Biarlah hamba yang menanggung dosanya, sebab hamba juga
tidak melakukan apa-apa untuknya.
Ramadhan 2, 2023
I'm in tears π’π’π’
ReplyDeleteIt's okay to cry :)
DeleteMbak della dan segala isi kepalanya π€ membuat saya insecure
ReplyDeleteI told u, jangan insecure mbaaπ€
DeleteMlm² nulis gini bikin aku susah tdr
ReplyDeleteSaya yg nulis lebih susah tidur
DeleteTuhan, mereka berjuang dan kuat dengan kepercayaan bahwa Tuhan memberikan ujian karena hambanya mampu, dan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum ia mengubah nasibnya sendiri, tapi..belum cukupkah usaha mereka demi mengubah sebuah "nasib" tersebut, tuhan?.
ReplyDeleteMungkin Tuhan tersenyum melihat hamba-Nya yang terus menengadah tangan mengadu pada-Nya. Tuhan senang mendengar suara hambanya
DeleteBlog kali ini beda dari blog yg lain tapi ngena ke hati banget mba, aku jadi kepikiran sahur" gini :"
ReplyDeleteMaaff mbak freyy, sahur pake apa tadii
DeleteApa salahnya mencuri untuk makan? Jika hidup setidk adil itu, setidknya kejar keadilan untuk dirimu sndiri
ReplyDeleteDan siapa yg berani menghakiminya jika keadaannya begini?
DeleteBulan sama venus tadi malem indah kali, sprt penulisny
ReplyDeleteBulan sama venusnya indah, tapi bukan seperti saya
DeleteManusia dengan Tuhan, manusia dengan sesana, dan manusia dengan dirinya sendiri.
ReplyDeleteHanya diri sendiri yg lebih mengetahui bagaimana dia harus bertindak untuk hidupnya
DeleteWatashi bingung mau komen apa tapi blog ini sgt menyentuh hati mungiel watashiπ’ππ»ππ»
ReplyDeleteSou desuka?!
DeleteSaya tidak tau apakah saya sendiri sudah berbuat baik terhadap orang seperti mereka atau malah saya pelaku jahatnya karena saya juga membiarkan orang seperti mereka kelaparan
ReplyDeleteMbaaa T_T
DeleteCuma tulisan padahal, tapi bikin nangis π
ReplyDeleteSepeduli dan semikir itu sama orang lain km mbak
DeleteTapi kata someone saya cuek mba
DeleteMasyaAllah syifa π«Άπ»
ReplyDeleteHuft, sudahlah
DeleteTulisannya mengandung bawang, gk asik
ReplyDeleteTambahin cabai terus diuleg biar jadi sambel bawang
DeleteBuk deeeeel π keren banget siiiiii, sekecil apapun yang dilihat pasti jadi berharga kalo sama buk Del
ReplyDeleteSusah jadi orang seperti saya yang suka mikirin orang mba, tapi suka lupa mikirin diri sendiri
DeleteMata yang seharusnya berbinar saat menunggu waktu berbuka malah menjadi sendu dikala adzan berkumandang, berharap ada secuil rasa peduli terhadapnya, namun tidak ada pilihan lain selain bertahan, mereka mencuri sesuap nasi dan bersyukur atas curiannya, tuhan...berkahi lah makanan itu.
ReplyDeleteMaasyaAllah no words can't say
DeleteWow keren
ReplyDeleteTerimakasih
Delete