4| Budaya Healing Anak Gen-Z

Rain at the end of February. Hi, Ol! How was day going? Hope u’re better always.. 

Pulang dari kampus kaya biasa, tapi kali ini cuacanya mendung. Ya, after a month langit libur nurunin hujan, di ujung februari baru absen lagi. Hujannya cuma gerimis-gerimis kecil, tapi nenangin pikiran sejenak. Jadi berasa healing di samping tugas-tugas yang menumpuk. 

Bicarain soal healing, istilah itu pasti ga asing ditelinga. Right? Masing-masing orang juga pasti punya caranya sendiri untuk healing. Tapi, kalian sendiri tau ga, sebenernya healing itu apa sih? Jangan bales pake kalimat, kamu nanyeak? Kamu bertanyak-tanyak? Rawr. Dasar anak gen-z! 

Nah, healing dalam bahasa gaulnya sama dengan refreshing yang bertujuan untuk menyembuhkan diri dari segala hal yang menyakiti hati dan perasaan pribadi. Di Indonesia sendiri, kata healing mengacu pada aktivitas traveling atau jalan-jalan. 

Menurutku, healing udah jadi budaya atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat terutama gen-z. Apalagi kalau pikiran udah penuh, padahal gaada tanggungan hidup. Sikit-sikit healing. Nongkrong ke café, nonton, shopping, check out dan lain sebagainya yang sering gen-z lakukan. Bukan gen-z aja, sih. Generasi milenial juga kerap terjerat sama budaya ini. 

“Capek banget sekolah, mau nikah aja.” Kalimat yang pernah viral dan booming di medsos. Padahal, yang lebih capek itu yang cari uang buat sekolah yak. Tapi medsos kan lapak bebas. Rela jadi tempat curhat sampe tempat pamer kemegahan. Untung medsos ga punya hati, ya. Kalo punya, gimana coba perasaanya di gituin?

Gaada yang salah, sih dari kalimat itu. Tergantung perspektif readernya aja. Kalau yang baca berasumsi cuma buat lelucon doang, ya not problem about that. Tapi coba bayangin kalau yang ngebaca itu orang yang notabenenya serius, apalagi seorang content creator, pasti kalimat itu langsung diangkat jadi topik menarik untuk postingan terbarunya. Yang pastinya dia termasuk individu yang kontra, terus banyak yang ngebaca dan ngasih komentar. Yang pasti, setiap pendapat kita tidak boleh disalahkan karena masing-masig punya hak untuk berpendapat. 

Gen-z memang ga lepas dari yang namanya teknologi. Karena mereka dilahirkan di zaman yang udah canggih. Yang selalu up to date sama isu-isu terbaru. Gen-z punya pemikiran dan ide-ide kreatif, tampak dari cara mereka membuat postingan atau sekadar quotes di medsos. Tapi yang disayangkan, gen-z kalau diberi tekanan sedikit langsung nge-down.

Pernah denger istilah strawberry generation yang ditulis Prof. Rhenald Kasali? Judul bukunya, “Strawberry Generation, Mengubah Generasi Rapuh Menjadi Generasi Tangguh” generasi stroberi di definisikan ibarat potret buah stroberi yang nampak secara tampilan eksotis, namun begitu dipijak atau dibenturkan, buah itu akan mudah hancur. Ternyata, istilah ini pertama kali muncul di Taiwan untuk menggambarkan karakteristik generasi muda yang lahir setelah tahun 1981 (post-80) dan mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan sosial tak seperti orangtua mereka pada waktu muda. 


Strawberry generation atau generasi strawberi adalah sebutan untuk generasi yang penuh gagasan kreatif dan ide cemerlang, namun mudah menyerah dan rapuh saat diberi sedikit tekanan layaknya strawberry. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan generasi muda saat ini yang punya kreativitas tinggi, tapi sayangnya mudah menyerah, mudah saki hati, pesimis, lamban, egois, dan ovt tentunya. 

Kenapa pake analogi buah strawberry? Kenapa ga durian atau semangka aja? Kasih tau ga ya? Alasannya, karena buah stroberi terlihat cantik dan menyegarkan dari luar, tetapi lunak dan mudah hancur ketika mendapat tekanan. Kalian pasti pernah makan buah troberi, bukan? Yang sekali gigit aja langsung terpisah dari bagian yang lain dan mudah ditelen. Dan rasanya juga manis kaya yang nulis blog ini. Peace. 

Menurutku, sebab gen-z suka healing salah satunya karena teknologi. Seperti yang kita tau, informasi di medsos beredar secepat kilat. Bahkan kalau dibilang sedetik aja kita lepas dari gawai,pasti ada ribuan info baru yang muncul. Tapi itu ga ngeharusin kita untuk stay di depan hp berjam-jam juga. Karena segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatifnya. 

Lazimnya, medsos adalah tempat orang-orang bebas mengunggah hasil pencapaian, seperti pendidikan, pernikahan, traveling, atau sekadar posting karena beli rumah baru. Nah, gen-z sendiri bisa dibilang punya jiwa iri. Iri disini bukan berarti dengki hati, tapi lebih ke, dia juga pengen nunjukin kehebatannya juga. Negatifnya, gen-z mau sukses tapi pake cara yang instant tanpa ada tekanan. Itu tadi, yang dimaksud Prof. Rhenald Kasali. Dan kalau dia gabisa nunjukin itu di medsosnya,atau gabisa dapet yang dia mau, kaya cari jawaban matematika yang ga dapet jalan keluarnya, kebanyakan bakal jadi down dan bisa frushtasi. Dan ujung-ujungnya jalan yang diambil adalah healing. Perbaikan mental. 

Gaada yang salah, sih dari healing. Karena menurutku anak zaman sekarang itu melek sama mental health. Tergantung cara mereka mengatasi solusinya. Bisa dibilang pula gen-z itu generasi yang baperan. Ya karena mereka belajar mental health tadi. Di tekan sikit, langsung nge-down. 

Sebab lain kenapa gen-z dibilang generasi manja adalah karena didikan orang tua menurutku. Anak-anak terbiasa dilengkapi dengan teknologi yang ada agar tidak mengganggu pekerjaan mereka. Sekarang, kalau dibilang anak bayi pun udah dikasih gadget. Malah lebih pinter cara gunainnya dari orang tua mereka. The real teknologi mengalihkan kasih sayang. Kaya iklan layanan masyarakat. “Ayah, Bunda. Aku disini, bukan disitu.” Sampe hapal gini. 

Balik lagi ke soalan healing. Sebenernya, healing juga diperlukan supaya ga stress. Karena setiap orang punya kadar stress nya masing-masing. Ya, aku ga mau bilang kalau nongki di café, shopping, nonton, sampe check out shopee itu salah. ‘cause everyone has their own way to be happy. Yang jadi masalah itu, after healing masalahnya juga ga kelar-kelar. Lah, gimana ceritanya? 

Begini, yang namanya hidup we can’t escape the problem. Sama kaya kita milih tidur untuk ngehindari tugas. Tapi waktu kita bangun, tugasnya masih tetep ada dan tetep belum selesai. Dan jika kita terus menerus lari dar tugas, suatu saat tugas itu akan menggunung. Sedangkan deadline H-1. Auto mental. Bacanya mental, bukan mental. 

“Ah, ga cukup ni healing sehari doang.” Lanjut, tuh dua hari, tiga hari, sampe seminggu. Tetep tugas itu gaakan siap sendiri tanpa kita kerjain. Kecuali kita belajar sihir sama Harry Potter, mungkin aja bisa. Bisa stress karena Harry Potter cuma fiksi. 

Tapi coba, kita pelan-pelan ngerjain. Dicicil kaya bayarin uang kas yang tiap hari di tagihin bendahara. Step by step kelar tuh tugas. 

Salah satu Ustaz di SD ku dulu pernah bilang, yang namanya hidup pasti gaakan pernah lepas dari kerjaan. Karena dunia adalah tempatnya lelah. Nanti, kalau kita sudah pulang ke rumah baru bisa istirahat. Istirahat selamanya. Tinggal leha-leha di kampung halaman. 

Terlebih dari itu, sebagai gen-z kita juga harus belajar untuk lebih dewasa dalam menjalani hidup. Ga mungkin kan kita gini-gini aja? Kita juga harus maju meski dibilang generasi manja. Sama, aku juga gitu. Juga suka ngeluh kalau tugasnya numpuk. Padahal Cuma diliatin doang, belum sempet dikerjain. Apalagi try to nerima pembagian kelompok yang ga sesuai sama yang aku mau. Hidup memang soalan menerima, meski berat. 

Sebagaimana lazimnya anak kuliah, soalan mini riset, cbr, cjr, makalah, resume dan sederet jenis tugas lainnya pasti bakalan ada terus. Dan saat isi kepala penuh dan rasanya mau pecah, caraku ngatasinnya yang paling mudah adalah tarik napas sejenak, tahan, lalu buang. Rasain udara yang masuk saat proses inspirasi, setelahnya embuskan dan akan ngebuat kita tenang waktu ekspirasi. That simple thing that I do. Terus, flashback untuk mengingat masa-masa sulit yang pernah aku lewati. Dengan begitu, aku jadi menghilangkan sedikit ke khawatiran dalam diri akan masalah yang harus aku hadapi. 

Waktu di SMA dulu, aku juga sering gini. Suka mikirin tugas yang banyak itu. Sampe ibuk bilang kalau tugas seharusnya dikerjain bukan malah dipikirin, nanti jadinya malah pusing. And that’s right! 

Takutnya healing yang kita lakuin malah ga berguna juga bagi kita karena ga ngasih solusi untuk mecahin masalah. Jadi, caranya gimana? Change our mindset. Dengan mengubah mindset dari yang healingnya hura-hura, kenapa ga gunain yang lebih efektif dan bermanfaat aja? Kaya tidur, denger musik, makan ice creame, me time atau lakuin hal sederhana yang kita suka. Tapi tetep dijadwalin, jangan pula keterusan nyantuy. And then, kita harus lebih fokus pada solusi. Fokus kepada apa yang seharusnya kita lakukan, bukan yang ingin kita lakukan. Karena waktu bagaikan pedang, dan kesempatan hanya datang sekali dan di dapat oleh mereka yang mau berjuang. Ada lagi, satu lagi yaitu meditasi. Mengatur pernapasan secara teratur. Sama yang kaya aku lakuin di atas tadi. 

Sekali lagi, healing itu ga salah. Karena setiap manusia butuh yang namanya istirahat. We’re not robot, ofc. Kebutuhan itu bisa disesuaikan dengan pribadi masing-masing. Selama healingnya dilakukan dengan cara yang tepat dan mampu memulihkan energi kita untuk kembali beraktivitas. 

Ya, meski sambil nugas sambil Ya Allah, Ya Allah. Like Mbak Tikah said, “ngeluh boleh, tapi sambil dikerjain.” Belum lagi ovt tiap malem mikirin nilai dan impian hari esok. Tapi percayalah, Ol. Allah gaakan diem aja ngeliat kita yang kesusahan. Allah gaakan ngasih cobaan diluar batas kemampuan hambanya. Ea~ 

Oke, segini dulu para gen-z si paling healing, si paling rebahan dan nyantuy. Dari versi healing diatas, mana versi kalian? Atau, gimana cara healing yang lebih efektif menurut kalian? Kaya biasa, koment di bawah yaa. See ya in the next chapter, Ol!


-   W.H.U.T from Aisha Retno, play on my spotify.

Comments

  1. I'm the first!
    Bener, Ol. Gen-z sikit² healing. Kalau aku paling efektif ya dibuat tidur. Karena kaya, ngumpulin energi jadi waktu bangun pikiran bisa fresh dan langsung nugas.
    Bagus isi tulisannya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah maret aja:'

      Delete
    2. Isinya masih acak²an mbak. Yang ada dikepala langsung ditulis ngasal.
      Healing kita sama yaa, selain hemat waktu, hemat biaya juga wakaka

      Delete
  2. Tenggelam dalam lautan tugas
    Bersama saya Atikah Lesmana putri dan Della putri syifa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pasti mbak tikahhh
      Btw itu kok syifa ya Allah 😭

      Delete
  3. Gen-z memang segitunya dimanjain sama teknologi. Tulisan ini lebih ke nyadari aku sih, Ol. Yg masih suka banyakin jajan diluar, sampe kadang ga inget nabung. Iya sih, kebanyakan healingnya daripada nugasnya. Mbak makan apa bisa selalu ngambis gitu? Tulisannya juga enak dibaca, lebih ke, seakan2 kita tu lagi ngobrol. Bahasanya juga ringan. Good job mbak! Jangan lupa kasih tau makan apa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. 99usernotfound3 March 2023 at 06:53

      Ada tuh di bio. Author suka makan kue kacang

      Delete
    2. 99usernotfound3 March 2023 at 06:58

      Melek ttg mental health tapi 90% pasti dibuat untuk foya-foya supaya gk ada yg bisa nandingin. As we know about the hot news, anak pejabat pajak yg suka pamer harta bapaknya

      Delete
    3. To anonymous:
      Saya ga always ngambis yaoloo. Makasi udah baca tulisan yang amburadul inii. Semoga bermanfaat dan keep going untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi. Inget, gaada manusia yang sempurna. Ganbatte kudasai!! Btw saya suka kue kacang kaya yg dibilang 99user itohh

      Delete
    4. To 99usernotfound:
      Makasi udah jawab pertanyaan anonymous 🙌🏻
      About the hot news just wanna say, the real pacaran selain dosa juga nyusahin orang tua. Tapi begitulah drama orang kaya. Dengan kejadian itu Aku ngeliat kalo Allah itu memang adil, ga selamanya orang yang hidupnya diatas dan berlebih akan selamanya diatas terus. Pasti ada masanya bergerak kebawah. As we know, kaya ban sepeda yang muter kalo dijalanin. Waktu Kita Masih diatas, jangan gunain jabatan atau apa yang Kita punya sesuka hati untuk menindas orang lain. 'cause karma is real

      Delete
  4. Gen-z memang up to date soal isu, tapi isu yang kurang penting. Seperti berita artis dan jarang sekali tau soal kabar dunia. Ada konflik apa, gak pun yang global, paling tidak di negara sendiri. Gitu si menurutku, mbak. Apalagi kalau ngomenin postingan orang, pada kreatip semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I'm with u on that. Tapi, gen-z begitu juga bukan pyur dia yg mau menurutku mbak. Karena, coba kita liat stasiun tv sekarang, kebanyakan siaran yang ga edukatif. Apalagi sinetronnya. Gausa sebut merk deh, karena bukan rahasia umum lagi yang pada ngundang orng² viral di sosmed yg notabenenya cuma modal maap cakapnya, modal joget² doang bisa viral dan diundang ke tv. Tiba anak yang punya prestasi banyak, malah biasa aja. Terus, kalo dulu tontonan tv masih banyak film kartun. Aku masih inget waktu SD dulu, di antv itu full kartun dari pagi sampe sore. Dari mulai Marsha and the bear, Mr. Bean, Bima sakti, Bearnad, sekarang full film India. Di global tv ada Tom and Jerry. Paling mentok sekarang upin ipin di mnctv. Kalo minggu baru ada doraemon di rcti. Ya, something like that yg ngebuat mereka males liat tv karena tontonan unfaedah. Anak² mana mau disuruh nonton chanel berita di tvone atau metrotv.
      Sosmed memang sekenceng itu ngalahin tv. Ujung²nya memang peran orang tua sih mbak dalam memantau tontonan anaknya di hp.

      Delete
    2. Warga +62 memang suhu kalo soal ngomenin hidup orang mbak. Udah terkenal dinegara lain kalo warga Indo sangat ramah baik di real life maupun di sosmed.

      Delete
    3. PLIS LAH WOEE MBAK DELLA KOK BISA BERPIKIR SEKEREN ITU SIH AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA OTAK BESAR KU INSECURE 😭😭☝️

      Delete
    4. Emang siaran tv yang bagus itu di ANTV Uttaran contohnya, tapasya be like :" APA KAU AKAN MENGHABISKAN MALAM PERTAMAMU DENGAN VANS, DAN LALU DENGAN VIR?!!" ica be like : "TAPASYA, TAPASYA, TAPASYA,TAPASYA" /nampar......sound o.n dentatanananannadem...tanananananadem..tanananandem....

      Delete
    5. Reply to sky
      Agak lain tapi gaoaoa, aku tim nenek demi dewa...bantu kamu dewaaaa

      Delete
    6. Note: baru liat komenan mbak Rachel. Makasi udah bawa temennya untuk ngebaca blog ini wgwg. Jangan insekur mbak, mari bercukur. Bercukur ya mbak, bacanya cosplay suara anak². Jangan aneh²

      Delete
  5. Gen-z si paling kepo juga. Paling jago ngestalk akun orang yang menurutnya menarik. Bener mbak, jadinya saling mengumbar kelebihan masing² buat nunjukin kalo dia itu ya keren. Pengen diakui keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi ngestalk akun doi yaa

      Delete
    2. Pantengin dari bangun sampe mau tidur lagi

      Delete
    3. Dulu, Iya. Sekarang udah dikurangin. Karena ekspektasi tak sesuai realita

      Delete
  6. Anak SD sekarang mana tau cara main gasing

    ReplyDelete
  7. Penulisnya anak ambis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ambis. Soalnya habis makan ikan

      Delete
    2. Inginku berkata lembut

      Delete
  8. Sekarang aja gen-z pada bikin February dump. Kepsennya "goodbye february welcome march"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiap awal bulan harus update dong udah ngapain aja dalam sebulan itu

      Delete
  9. Pengen jadi tugas, supaya terus kamu pikirin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gajadi tugas pun doi always dipikirin. Malah melebihi tugas mikirinnya. Tapi doi baru bikin sg fotbar with another girl. Cantik mbaknya, Pinter kaya dia juga pastinya. Serasi pol deh

      Delete
    2. yaudah pikirin aku aja byyy

      Delete
    3. sebagai seseorang yang mengetahui doi mu, dari pengakuannya sang "another girl" itu adalah kakak tingkat beliau. sang "another girl" itu adalah partner setim debat dia....

      dia ga serasi menurut aku, serasinya sama mbak dellasyaf aja

      Delete
    4. Wait, what? Ini siapaa. Jangan mengada² mas or mbak. Karena dia memang saya lihat cocok dengan mbak fifi. Ya gitu Kalo gasalah namanya. Bentar deh, kuliat lagi ignya

      Delete
    5. Bener, namanya Fifi Afiyah

      Delete
  10. Buset dah, healing karna cape nugas??? Lu cape apaan tong, Mak bapak lu noh yang cape. Nilai juga kagak tinggi capenya udah kaya nguli aja, dasar gen z-!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Healing karena cape mikirin hidup. Coba aja siang² bolong begini jatuh uang segepok dari langit, otw sehat ini kantong

      Delete
    2. Pinter banget sih kamu, selalu memikirkan positif dan negatif suatu keadaan, walau lagi down banget tetep bisa melihat ke lain arah, kalo aku mah udah banting' barang huehue saking ga adilnya dunia, slebew

      Delete
  11. Hujannya nyambung sampe awal maret mbak.

    Ovt 24/7 🙃
    Will hug u tight. It's impossible, so I'll hug me tight

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

6| Masikah Kita Menjadi Seorang Indonesia Hari Ini?

8| Dibalik Kelezatan Mie Instant

5 | Between Us and The Others